Maaf dan terima kasih
"Hmm," terlihat seorang perempuan menggeliat di atas ranjangnya. Ia merubah posisinya menjadi duduk. Ia menghela napas panjang dan memandang jendela besar di sebelah kiri ranjangnya. Gelap, hanya ada bintang dan bulan yang menghiasi malam kelamnya. Terdengar suara air yang bersentuhan dengan tanah secara teratur. Melodi yang damai dan menenangkan. Ia melirik jam digital yang menempel di dinding depannya. "Haah, aku bangun tengah malam lagi," gumam ku setelah melihat jam yang menunjukkan pukul 02.36
Sudah menjadi kebiasaannya beberapa hari terakhir untuk bangun larut malam. Ia tidak mempermasalahkannya lagi dan mulai berjalan kearah jendela untuk duduk di sana. Menyingkirkan tirainya dan membukanya. Memandang hujan gerimis yang turun. Juga semilir angin yang menghantam wajahnya.
Ia memejamkan matanya, berusaha untuk menikmati keseluruhannya. Memori-memori itu terlintas dibenaknya lagi. Tawanya. Senyumannya. Kejadian dramatis dibawah hujan yang gerimis. Dimana semua orang memilih untuk berlindung daripada melawan dinginnya angin. Air mata yang menyatu dengan hujan. Mengalir dan terjatuh di tanah. Janji yang terucap yang bahkan ia tak tahu bagaimana melaksanakannya.
Maaf dan Terimakasih
. . .
Beberapa bulan yang lalu...
Terlihat pasangan yang sedang menikmati makanannnya di suatu cafe yang disinari banyak lampu. Mereka asyik bercengkrama dan sesekali tertawa. Senyum selalu menghiasi wajah pasangan itu. Cafe itu adalah saksi bisu keakraban mereka. Semua hal mereka bicarakan dan itu mengundang tawa mereka. Hal kecil dan sederhana itu membuat mereka satu sama lain sangat merasa bahagia.
Saat akan pulang masih hujan gerimis, Azam menyuruh Gadis untuk memakai jaketnya. "Ini kamu pakai jaket aku, hawanya dingin." dengan keras kepala si gadis menolak tetapi, Azam memaksanya untuk memakainya. Akhirnya pun Gadis pasrah dan memakai jaket Azam yang sangat wangi khasnya. Mereka pulang dengan menikmati hujan gerimis dan sedikit mengobrol tentang hari itu. Sesampainya di rumahpun Azam menyuruh gadis untuk membawa jaket itu. Gadis berjanji tidak akan meninggalkan Azam. Mereka sangat bahagia hari itu.
2 minggu kemudian ..
Gadis hatinya terbalikkan, entah karena hal apa tiba-tiba dia di fase tidak ingin dekat dengan siapapun. Hingga akhirnya dia meminta Azam untuk mengikhlaskannya. Gadis sebenarnya sayang sekali dengan Azam, bahkan ia memikirkan hal itu berulang kali hingga akhirnya ia yakin itu adalah keputusan terbaik.
. . .
Gadis meneteskan air mata dalam diam. Ia sangat merasa bersalah kepada Azam. Tak terdengar isak tangisnya. 'Maafkan aku Azam, aku egois, aku jahat. Aku tidak berpikir dua kali saat memutuskan itu, meskipun aku telah benar-benar memikirkannya. Aku termakan egoku yang besar. Setelah kejadian itu, aku berubah menjadi gadis yang pemikir dan selalu merasa bersalah atas segala hal. Terima kasih yaa... Aku juga minta maaf karena dulu tidak dapat diandalkan. Kau tahu.. sekarang aku masih sering mengingatmu dalam diamku dan seringkali aku menginginkanmu kembali, tapi itu mustahil. Aku minta maaf karena tidak dapat melaksanakan janji kita..' dan Gadis tersenyum tulus. Senyum tulus yang pertama kali ini ia berikan.
aaaaa yaampunn menyentuh bet kata si gadis T_T
BalasHapusSedih bangettt😭
BalasHapusrelate banget yaa kak😭
BalasHapusbangus banget ceritanyaa😢😢
BalasHapuskok sedihh😭
BalasHapusMantapppp, semangat!
BalasHapusadiuh hatiku :'((
BalasHapusmantappp, bagus sekalii
BalasHapussedihh yaa
BalasHapussad😥😥😥
BalasHapushati mungilkuu😢
BalasHapusSendu banget
BalasHapusindie banget
BalasHapusBaguss bgtt🥺
BalasHapusJan mantep poll
BalasHapus