Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Monokrom sang Bulan

Bulan Kau adalah temanku di kala malam yang diliputi kegelapan. Cahayamu menuntunku di kala aku tak tahu harus kemana. Wajahmu yang indah berseri seperti tak menanggung beban. Namun, hampir tak banyak ku tahu tentang kondisimu sebenarnya. Kau hidup dalam tekanan yang meminta kesempurnaan. Kau dikenal baik itulah yang membuatmu terjerat rasa bersalah tak terkira. Perasaan bersalah karena merasa dirimu tidak seperti yang mereka bayangkan. Padahal untuk menjadi baik tak harus jadi sempurna. Bulan  Tak tahu aku harus bagaimana membalas kebaikanmu. Dirimu bagaikan air di kala diriku kehausan. Datang lantas menawarkan kesegaran. Di kala semua orang bersembunyi dari kegelapan. Datang lantas menerangi meski tak ada upah untukmu. Bulan biarkanlah aku untuk memberikan balasan. Balasan sepantasnya dari semua kerja kerasmu. Wahai Bulan  Ambilah waktu sejenak untuk istirahatmu. Tenangkanlah dirimu lepaskan segala bebanmu. Tetaplah berjalan pada orbitmu karena itulah yang terbaik untukmu. J...

Postingan Terbaru

Maaf dan terima kasih

Catatan akhir SMA

Aku kamu dan alam

Secuil Rasa Kagum

Menuntut Sempurna

Hidup sehat natural

Cinta dalam Rindu

Rindu untuk Ayah