Aku kamu dan alam

 Pohon-pohon tinggi dengan dedaunan yang rimbun berjajar di kiri-kanan jalan setapak yang sedang kutapaki ini. Pohon-pohon itu membuat jalan sejuk karena dedaunannya menghalangi cahaya matahari yang berusaha menembus sampai ke permukaan. Gemericik air yang mengalun dengan tenaganya membuat tenang. Percaya atau tidak, aku sedang berada di Air Terjun, bukan berada di hutan. Aku suka air terjun ini dan mungkin tempat ini cocok untuk membunuh rasa bosan yang melanda. Di tempat ini tentu bukan aku saja pengunjungnya, walaupun tidak banyak. 

Hari ini sebenarnya adalah hari dimana kelasku dapat bagian foto album. Sepulangnya aku pergi bermain ke air terjun bersama Alaska. Kebetulan ini adalah hari pertama pertemuan kita setelah beberapa rencana yang hanya menjadi wacana. Ya, pertemuan dengan seseorang yang aku kagumi. Di sana kita menikmati suasana sejuk air terjun dan hangatnya secangkir kopi ditambah dengan obrolan kita yang sengit. 

Hari semakin sore dan turun hujan gerimis yang membuat udara semakin sejuk. Kita masih bertahan di sana mendengar cerita satu sama lain. Tapi tidak lama pukul 16.30 kita memutuskan untuk pulang. Menikmati perjalanan pulang dengan ditemani kabut lembut yang membuat nuansa semakin hangat dan dekat. Seiring perjalanan yang ditemani kabut lembut dengan obrolan diatas sepeda yang membuat semakin hangat dan tidak terasa jarak sampai ke rumah pun semakin dekat. Sesampainya di rumah kita berdua saling menabung rindu hingga temu lagi dan memecahkan celengan rindu kita berdua, dan itulah pertemuan pertama kita yang selalu berkesan dengan dimana obrolan yang hangat ditambah suasana sejuk hutan dan air terjun

Lalu siapa sangka, sebuah air terjun dapat menjadi awal dari kisahku bersama orang yang kukagumi, dan telah menjadi orang yang kucintai. Sekarang aku tidak takut kehilangan, karena jika dia memang sudah menjadi takdirku, maka berapa kali pun ia pergi, ia akan kembali dengan cara yang tidak biasa.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer