Catatan akhir SMA
Kenalin Loly, Avi, Lia dan Leli itulah nama kami. Cerita kami ini kira-kira berawal dari tiga tahun yang lalu saat baru menduduki bangku SMA kelas 10. Kami akrab karena sekelas dan kebetulan waktu itu mengikuti ekstrakurikuler teater. Hampir setiap momen kami lalui bersama. Di tahun pertama masuk kami masih sering bermain keluar bersama. Tidur kami saat itu pun masih teratur. Saat akan menempati kelas 11 sekolah berubah menjadi daring karena adanya virus Covid-19. Tahun-tahun pertama persahabatan kami berlalu begitu cepat, tahun-tahun ketika kepolosan kami mulai berganti dengan sedikit kedewasaan.
Saat sudah kelas 11 waktu kian menyusut. Kami jadi susah mengatur waktu dengan adanya sekolah dirumah. Bahkan kami pun jarang bertemu. Sekalinya bertemu kami hanya mempunyai waktu sedikit karena tugas di kelas 11 yang MasyaAllah. Semakin banyak keluh kesah yang keluar dari mulut kami. Tapi itu sudah menjadi kewajiban yang harus kami jalankan. Kami juga masih sering bertukar kabar, bercerita, dan bercanda lewat media sosial. Tetapi itu semua lebih seru jika bertemu langsung.
Tak terasa saat-saat menyenangkan penuh canda tawa itupun telah beralu karena sekarang kami menduduki kelas 12. Sekolah mulai masuk meskipun tidak langsung sekelas. Satu kelas dibagi menjadi dua sesi untuk menghindari kerumunan. Di kelas 12 ini lebih banyak lagi kami berkeluh kesah karena mungkin beranjak dewasa. Satu persatu dari kami selalu overthinking dan galau dengan hidup. Mulai berpikir untuk kedepannya. Banyak pikiran yang memenuhi otak kami. Tetapi kami tetap saling menyemangati satu sama lain meskipun tidak tahu solusi akhir dari pemikiran kami. Meskipun sibuk, kami masih sempat mencuri kesempatan di sela-sela kegiatan. Bahkan saat liburan kenaikan semester kami menginap di rumah Loly untuk menghabiskan waktu bersama.
Hingga saat memasuki semester 2 dikabarkan bahwa sudah boleh luring 100%. Kami senang mendengar kabar itu karena sudah lama kami menantikan sekolah bersama. Obrolan kami saat ini mendiskusikan hal perkuliahan dimana setelah ini kami akan memasuki fase kuliah. Menhadapi kehidupan yang lebih luas lagi. Mulai bingung memikirkan jurusan hingga universitas. Tidak terasa sudah mau berpisah. Padahal seperti kemarin masih kelas 10 masih tertawa bersama tetapi sekarang sudah harus serius menentukan fase setelah SMA. Semoga kami tetap berteman baik meskipun nantinya tidak satu kota.
semakin baca di akhir ingin nangis
BalasHapushaduhhhh
BalasHapus👍Kerennnnn👍
BalasHapusSemoga setelah lulus mereka masih bersahabat!
BalasHapusadu adu aduuuu
BalasHapusasik asik
BalasHapussemoga berempat selalu bersamaa
BalasHapusEmang SMA itu tempat terberat. Sebelum masuk SMA yang dipikir itu cuma senengnya masa SMA aja yang kata orang indah banget. Padahal.... Tau sendiri lah gimana mental kita dibikin hancur. Gak sesuai ekspektasi dari cerita orang. Kita gak pernah tau apa yang bakal terjadi di masa depan. Seperti pandemi covid-19. Datangnya tiba tiba tanpa diduga. Bikin masa SMA kita beda dari pada yang lain. Yang sama cuma waktu terus jalan aja.
BalasHapusnikmati proses, percaya hasil
BalasHapusBawang bgt:”(
BalasHapusSedih tapi relatable
BalasHapus